Banyuasin, 20 Desember 2023 – PT Kilang Pertamina Internasional ReÖnery Unit III Plaju terus berkomitmen dalam pemberdayaan masyarakat di wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) di Banyuasin, Sumatera Selatan.
Wujud kesungguhan tersebut direalisasikan lewat pengembangan wisata alam berkelanjutan di wilayah Dusun Sembilang Desa Sungsang IV, Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin.
Hadir melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Bahari Sembilang Mandiri (BERLARI), Kilang Pertamina Plaju berfokus pada kegiatan pembangunan wisata berbasis alam dengan pemberdayaan masyarakat lokal.
Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Pertamina Plaju Siti Rachmi Indahsari mengatakan beragam kegiatan yang didesain dalam program BERLARI ditujukan untuk menggali berbagai potensi yang dimiliki oleh wilayah tersebut, termasuk dalam penguatan potensi wisata.
“Kami menyadari dalam memberdayakan masyarakat dibutuhkan stimulus khusus. Apalagi, bagi masyarakat di daerah terisolir seperti di Dusun Sembilang,” katanya.
Prioritaskan Bantuan
Keseriusan Kilang Pertamina Plaju dalam upaya pengembangan ekowisata tercermin dalam berbagai bantuan yang diberikan.
Salah satunya melalui pembangunan pondok ekowisata yang menggunakan sistem bongkar pasang (knockdown). Pondok ini pun dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana wisata, misalnya saja sebagai tempat singgah peserta Lomba Foto dan Content Creator pada Festival Sedulang Setudung yang digelar pada 16-17 Desember 2023 lalu.
Festival ini turut bertujuan mengekspos kegiatan ekspedisi burung migran yang digelar saban tahun. Ekspedisi burung migran merupakan proses migrasi burung asal Siberia, Australia menuju kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang.
“Bantuan ini sebagai bentuk tanggung jawab kami dalam upaya memajukan wisata daerah. Bantuan ini juga masuk dalam prioritas kami,” jelas Rachmi.
Sejak tiga tahun lalu perusahaan juga telah menggulirkan aneka bantuan sebagai wujud prioritasisasi program pengembangan ekowisata.
Adapun rincian bantuan yang telah diserahkan di antaranya pembangunan pondok wisata beserta infrastruktur pendukung berupa jembatan penanaman.
Khusus untuk akses penerangan, perusahaan juga telah membangun instalasi panel surya (solar cell) dengan kapasitas 6 kWp.
Rachmi menjelaskan, dalam mengembangkan kawasan ekowisata perusahaan bekerja sama dengan pihak Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS).
Karenanya, sebagai penguatan potensi wisata alami juga diberikan bantuan 33 ribu bibit mangrove di lahan Taman Nasional Berbak Sembilang seluas 10 hektare.
“Kami juga menyediakan lokasi khusus untuk area pembibitan mangrove dan anggrek,” ucapnya
Apresiasi Pj Bupati
Program BERLARI yang diinisiasi sejak 2021 lalu menuai banyak pujian dari berbagai pihak, tak terkecuali dari pemerintah daerah Kabupaten Banyuasin.
Pj Bupati Banyuasin Hani Syopiar Rustam pun memuji berbagai bantuan yang digelontorkan Kilang Pertamina Plaju dalam upaya dukungan pengembangan ekowisata di Dusun Sembilang, Desa Sungsang IV.
Dia pun meminta warga setempat untuk bahu membahu menjaga lingkungan dan memanfaatkan bantuan yang telah diberikan dengan baik.
“Terima kasih atas bantuannya. Terima kasih atas dukungan (support) dan bantuan untuk pengembangan dan pelestarian lingkungan di sini,” katanya.
Hani pun meyakini bantuan yang telah disalurkan juga menjadi pelecut semangat dan sarana meningkatkan kapabilitas untuk memaksimalkan potensi wisata yang dimiliki oleh daerah tersebut.
“Atas bantuan ini pula kami menjadi semakin percaya diri untuk mengembangkan ekowisata di wilayah Dusun IV Desa Sungsang di Kabupaten Banyuasin,” tambah Hani.
Selaras SDGs dan ESG
Pengembangan ekowisata di Dusun Sembilang Desa Sungsang IV lewat program TJSL ini menjadi bukti komitmen Kilang Pertamina Plaju sebagai bentuk dukungan perusahaan dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Upaya ini selaras dengan tujuan pertama TPB yakni Tanpa kemiskinan (No Poverty). Melalui usaha pengembangan ekowisata ini perusahaan merangkul masyarakat melalui pengembangan potensi wisata lokal yang ditujukan sebagai upaya pengentasan kemiskinan.
Hal ini juga meneguhkan komitmen perusahaan pada aspek Environmental, Social, and Governance (ESG), melalui sinergi bersama pemerintah daerah dan masyarakat untuk melestarikan lingkungan.
