Ikan Belida merupakan salah satu sumber daya ikan asli Indonesia yang memiliki nilai ekologis penting bagi ekosistem perairan tawar. Keberadaan ikan Belida menghadapi tantangan akibat tekanan terhadap habitat dan keberlanjutan populasinya di alam. Kondisi tersebut mendorong perlunya upaya konservasi yang tidak hanya berfokus pada pemeliharaan dan pengembangbiakan ikan, tetapi juga pada pelestarian sumber daya genetik untuk mendukung keberlanjutan populasi di masa mendatang.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian keanekaragaman hayati, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju mengembangkan Program Kriopreservasi Ikan Belida, yaitu inovasi konservasi yang memanfaatkan teknologi penyimpanan semen ikan dalam kondisi beku untuk mempertahankan kualitas materi genetik. Melalui penerapan bahan pengawet dan kondisi penyimpanan yang sesuai, aktivitas metabolisme sel dapat ditekan sehingga semen ikan berpotensi dipertahankan dalam jangka waktu tertentu untuk mendukung kegiatan pemijahan dan pengembangbiakan. Teknologi ini menjadi salah satu pendekatan dalam pengembangan sistem konservasi ikan Belida yang terintegrasi dengan kegiatan penelitian dan penangkaran.
Program ini dilaksanakan melalui kerja sama antara PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), khususnya dalam pengembangan teknologi reproduksi pada penangkaran ikan Belida untuk mendukung rekrutmen stok alam dan konservasi sumber daya ikan di Sumatera Selatan. Kolaborasi tersebut diperkuat melalui keterlibatan perguruan tinggi, yaitu Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang, LSM Diversitas Lestari Nusantara, serta masyarakat sekitar. Masing-masing pihak mendukung aspek penelitian, pengembangan teknologi, kegiatan konservasi, dan penyediaan pakan untuk menunjang pemeliharaan ikan Belida.
Kegiatan konservasi dan pengembangan teknologi didukung oleh sejumlah lokasi yang memiliki fungsi berbeda. Lokasi budidaya sekaligus penelitian berada di Kampus C Universitas PGRI Palembang, Jalan Sakti Wiratama, Kelurahan Srimulya, Kecamatan Sematang Borang, Kota Palembang, Sumatera Selatan, dengan titik koordinat 2,944314° LS dan 104,806193° BT serta luas sekitar 0,05 hektare. Kegiatan penelitian dan konservasi juga didukung oleh Pusat Riset Konservasi Sumber Daya Laut dan Perairan Darat, BRIN, yang berlokasi di Kawasan Sains dan Teknologi Dr. (H.C.) Ir. H. Soekarno, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada koordinat 6,496003° LS dan 106,849371° BT, dengan luas sekitar 0,025 hektare. Selain itu, lokasi konservasi ikan Belida juga mencakup Kolam Dunia Air Tawar, Jagat Satwa Nusantara, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, dengan titik koordinat 6,306241° LS dan 106,894457° BT serta luas sekitar 0,055 hektare.
Melalui pengembangan program ini, perusahaan memiliki koleksi semen ikan Belida Lopis (Chitala lopis) dan Belida Jawa (Notopterus notopterus) yang disimpan pada fasilitas konservasi di Sembawa, Sumatera Selatan, dan Cibinong, Jawa Barat. Koleksi tersebut berfungsi sebagai bank materi genetik yang berpotensi dimanfaatkan dalam penelitian reproduksi, pemijahan, dan pengembangbiakan ikan Belida. Penyimpanan materi genetik ini juga menjadi langkah strategis untuk memperluas pendekatan konservasi, sehingga upaya pelestarian tidak hanya bergantung pada keberadaan individu ikan yang dipelihara, tetapi turut mencakup pengamanan materi genetik untuk mendukung pengembangan populasi pada masa mendatang.
Salah satu capaian penting program adalah diperolehnya Paten Sederhana Nomor IDS000009418 dengan judul “Metode Pembuatan Bahan Pengawet Sperma Ikan Belida Lopis (Chitala lopis) dan Ikan Belida Jawa (Notopterus notopterus)”, yang diberikan pada 8 Januari 2025 kepada Refinery Unit Plaju. Capaian ini menjadi bagian dari pengembangan inovasi teknologi konservasi yang mengintegrasikan penerapan ilmu pengetahuan, penelitian, dan perlindungan keanekaragaman hayati.
Secara ekologis, Program Kriopreservasi Ikan Belida memberikan kontribusi melalui upaya pelestarian sumber daya genetik, penyediaan materi genetik untuk mendukung penelitian dan pengembangbiakan, serta penguatan kolaborasi antara perusahaan, lembaga pemerintah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan masyarakat sekitar. Melalui pendekatan konservasi berbasis teknologi dan kerja sama multipihak, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju berupaya mendukung keberlanjutan populasi ikan Belida sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan dalam pelestarian keanekaragaman hayati perairan Indonesia.