Plaju, 26 Juli 2025 – PT Kilang Pertamina Internasional RU III Plaju terus meneguhkan komitmennya dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir melalui program rehabilitasi mangrove yang telah berlangsung sejak tahun 2023 di Desa Sungsang IV dan Dusun Sembilang, Kabupaten Banyuasin II, Sumatera Selatan. Program ini tidak hanya berperan dalam mitigasi perubahan iklim, tetapi juga menjadi wujud sinergi lintas pihak dalam memperkuat ketahanan sosial-lingkungan masyarakat pesisir.
Proyek penanaman mangrove ini secara resmi dimulai pada September 2023 berdasarkan Perjanjian Kerja Sama No. SP-05/KPI35200/2023-S2 antara PT KPI RU III Plaju dan BPU UNSRI. Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti Universitas Sriwijaya sebagai konsultan teknis, LDPHD Sungsang IV, Balai PSKL Wilayah III Sumatera, Balai Pengelolaan Hutan Lestari V Palembang, Kesatuan Pengelola Hutan Banyuasin, Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan, dan Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Sumatera.
Dalam kurun waktu tiga tahun, sebanyak 15.800 batang mangrove telah berhasil ditanam di Desa Sungsang IV, dengan rincian 7.800 batang pada 2023, 3.000 batang pada 2024, dan 5.000 batang di tahun 2025, mencakup lahan rehabilitasi seluas ±4 hektar hingga pertengahan tahun ini.
Upaya ini semakin diperkuat melalui penandatanganan perjanjian kerja sama lanjutan No. SP-01/KPI35200/2024-S0 pada 9 Januari 2024 yang berlaku lima tahun dan difokuskan pada fasilitasi pengelolaan perhutanan sosial berbasis hutan desa seluas ±553 hektar di Desa Sungsang IV, berdasarkan SK Menteri LHK No. SK.6219/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/6/2023.
Potensi Serapan Karbon & Dampak Ekologis
Sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan, PT KPI RU III Plaju melalui Project Sumatera turut melakukan penghitungan potensi serapan karbon. Hasil pengukuran menunjukkan kapasitas penangkapan emisi karbon minimum sebesar 457,17 kg/tahun dan maksimum 13.608 kg/tahun, bergantung pada pertumbuhan dan kepadatan vegetasi mangrove.
Selain di Sungsang IV, Kilang Pertamina Plaju juga memperluas program rehabilitasi ke Dusun Sembilang, di mana sebanyak 39.600 pohon mangrove berhasil ditanam di lahan seluas ±12 hektar. Kegiatan ini melibatkan pemangku kepentingan lokal seperti Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang, Taman Nasional Sembilang, pemerintah desa Sungsang IV dan Dusun V Sembilang, serta Koperasi Sembilang Maju Bersama sebagai mitra pelaksana lapangan.
Sinergi untuk Keberlanjutan
Program penanaman mangrove ini menjadi bukti bahwa pelestarian lingkungan hanya dapat berhasil melalui peran serta masyarakat dan sinergi kelembagaan. Selain fungsi ekologis untuk meredam abrasi dan menyerap karbon, hutan mangrove juga memberikan manfaat ekonomi melalui penguatan mata pencaharian masyarakat pesisir.
Kilang Pertamina Plaju percaya bahwa pelestarian lingkungan merupakan bagian dari strategi bisnis berkelanjutan yang harus terus dijaga dan dikembangkan. Dengan pondasi kerja sama yang kokoh dan arah keberlanjutan yang jelas, perusahaan berharap upaya ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut serta menjaga pesisir demi masa depan yang hijau dan berdaya.
