PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju berkomitmen untuk berpartisipasi dalam pelestarian dan perlindungan keanekaragaman hayati. Perusahaan memiliki beberapa program sebagai tindakan nyata pelestarian keanekaragaman hayati, salah satunya adalah program Taman Keanekaragaman Hayati yang bertempat di Jakabaring Sport City, Palembang. Keanekaragaman hayati memegang peranan penting dalam kehidupan seperti penyeimbang ekosistem, sumber daya pangan, obat-obatan, ekowisata, serta pengendalian bencana alam. Pelestarian dan perlindungan keanekaragaman hayati sangat perlu dilakukan untuk menjamin dan memastikan bahwa keberlanjutan manfaat dari keberadaan keanekaragaman hayati dapat terus dirasakan oleh generasi-generasi mendatang. Perlu upaya kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, private sector serta pihak-pihak terkait untuk mengupayakan program keberlanjutan keanekaragaman hayati. Program Taman Keanekaragaman Hayati di Jakabaring Sport City yang dikelola oleh PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju ini dilakukan dengan penanaman beberapa jenis tumbuhan dan pendataan fauna meliputi mamalia, burung, kupu-kupu, capung, dan herpetofauna. Dari program yang dijalankan, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju dapat memperoleh data terkait flora dan fauna sebagai rona awal atau baseline untuk program monitoring serta evaluasi di tahun-tahun berikutnya. Program ini diharapkan dapat memberikan andil yang besar untuk keberlanjutan keanekaragaman hayati dan kelestarian lingkungan di kawasan PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju.
Pendataan flora dan fauna dilakukan menggunakan metode sensus dan plot. Kedua metode tersebut digunakan untuk mengetahui jenis serta jumlah flora khususnya pada area penanaman di Taman Keanekaragaman Hayati. Pengamatan fauna dilakukan dengan menggunakan metode transek dengan variasi metode pada masing-masing taksa; burung dengan metode Index Point Abundance (IPA), mamalia, capung dan kupu-kupu dengan metode Transect Line, serta herpetofauna dengan metode Visual Enconter Survey (VES).
Analisis data indeks keanekaragaman hayati (H’) menggunakan indeks Shannon-Wiener. Indeks keseragaman jenis (E) dianalisis menggunakan indeks keseragaman Evennes. Sedangkan untuk indeks kekayaan jenis (R) dianalisis menggunakan indeks Margalef. Analisis status konservasi spesies yang ditemukan dalam penelitian ini mengacu pada IUCN RedList, CITES dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan P106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi. Analisis simpanan karbon dan serapan karbon dioksida (CO2) mengacu pada SNI 7724-2019 tentang pengukuran dan perhitungan cadangan karbon hutan dan Tropenbas Indonesia (2020) tentang pengukuran dan pendugaan cadangan karbon pada ekosistem hutan gambut dan mineral. Nilai ekonomi karbon mengacu pada World Bank (2024).
Hasil pendataan dan analisis data baseline program Taman Keanekaragaman Hayati PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju adalah Terdapat flora dengan kategori Critically Endangered (CR) berdasarkan IUCN RedList dan termasuk ke dalam kategori Appendix II berdasarkan CITES, yaitu Ramin (Gonystylus bancanus). Indeks keanekaragaman jenis tertinggi adalah flora dengan indeks keanekaragaman 2,30 yang tergolong sedang. Potensi simpanan karbon di area taman keanekaragaman hayati yang dikelola oleh PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju adalah sebesar 0,57 tonCO2e sedangkan nilai serapan karbon dioksida (CO2) pada area tersebut adalah 2,09 tonCO2e. Dari hasil tersebut, dapat diketahui kawasan Taman Keanekaragaman Hayati PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju memiliki nilai ekonomi karbon sebesar Rp 19.463,83.